Lennie’s First Date – 7

Cerita Ngewe

Cewe Cantik Bugil,  memek merah_WMDari bagian 6

Kutarik batang penisku sampai tiga perempat bagian kemudian kutekan masuk lagi. Tubuh kami bergetar ketika kami rasakan gesekan antara batang penisku dan dinding vagina Lennie yang menjepit kuat itu menimbulkan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Kami mengerang dan mendesis bersama. Ini benar-benar merupakan pengalaman baru, rasa sensasi baru yang begitu nikmat dan benar-benar sulit untuk digambarkan.

“Wah, Lennie, ini benar-benar nikmat sekali.. Nikmat, oohh, ya, kamu benar-benar akan bisa menyelesaikan, ohh, nikmat sekali.. ”

Jepitan, gesekan dan kehangatan liang vagina Lennie terasa begitu luar biasa setiap kali kugerakkan batang penisku. Lennie tidak mampu lagi membuka matanya. Sensasi kenikmatan yang dasyat telah melambungkan jiwanya terbang kelangit.

“Ooohh,” erangnya setengah berbisik, “Aku benar-benar memahami mengapa Lauren begitu menyukainya.” Kedua tangannya memeluk pinggangku dan menariknya kuat-kuat, “Ya, masukkan yang dalam, masukkan terus, oohh, masukan!! Aaahh!!” rengek Lennie setengah menjerit.

Matanya terbeliak memandang ke arahku, mulutnya terbuka, sorot wajahnya benar-benar sangat menggairahkan. Gairah kenikmatan birahi yang begitu dasyat benar-benar telah menggetarkan seluruh tubuhnya. Hanya dalam waktu singkat Lennie sepertinya langsung mencapai orgasmenya lagi.

“Oooh.. Rick.. Aku keluar lagi.. Ohh!! Penismu benar-benar luar biasa.. Aku benar-benar keluar lagi!!” Kedua tangan Lennie meraih pinggulku, menariknya kuat-kuat ke arah pinggulnya sehingga penisku terasa menekan kuat dasar liang vaginanya.
“Keluarkan Rick, oohh.. Keluarkan cepat, ayo kekuarkan bersamaku!!”

Lennie mencium bibirku dengan penuh gairah, bibir dan lidah kami saling bergulat. Nafas kami memburu sangat cepat, tubuh kami ikut bergerak semakin cepat. Kugerakkan pinggulku naik turun dengan cepat, sementara Lennie menggeliat-geliat bagai cacing kepanasan, pinggulnyapun bergerak semakin cepat mengikuti gerakanku. Kami berdua benar-benar hampir kehilangan kesadaran.. Erangan dan jeritan Lennie semakin keras, bahkan hampir setengah berteriak. Dan tiba-tiba kurasakan denyutan-denyutan kuat di batang penisku ketika puncak klimaksku tercapai. Spermaku menyembur begitu kuatnya di dasar liang vagina Lennie..

Kami berdua benar-benar mencapai klimaks yang paling luar biasa secara hampir bersamaan. Kedua kaki Lennie menjepit pinggulku kuat-kuat agar seluruh tubuh kami berhimpit dan menyatu lebih kuat, sepertinya dia tidak rela kalau masih ada ruang diantara tubuh kami. Lennie sangat menikmati setiap kontraksi didalam liang vaginanya ketika spermaku menyembur berkali-kali. Kurasakan bagian ujung kondom menjadi hangat dan penuh oleh spermaku.

Dan peristiwa yang sangat mengejutkanku terjadi lagi, tiba-tiba tubuh Lennie mengejang kembali, liang vaginanya kembali berkontraksi. Aku benar-benar tidak habis mengerti, ternyata Lennie kembali mencapai orgasmenya.

Lennie berteriak keras-keras, “Aaahh.. Aku keluar lagi.. Aaahh. ”

Batang penisku yang masih tegang itu segera kugerakkan lagi naik turun dengan cepat. Seluruh tubuh Lennie bergetar dan mengejang semakin kuat.. Akhirnya ketika kurasakan ketegangan tubuh Lennie mulai menurun, kuturunkan pula kecepatan gerakku, dan akhirnya pinggulku berhenti bergerak.

Napas kami mulai mereda. Tapi tubuh kami masih saling berpelukan dengan erat. Bibir kami masih saling menyentuh dan membelai. Lennie sepertinya masih tidak rela untuk melepaskan tubuhku. Masih terdengar bisikan-bisikan Lennie seperti menggigau memanggil namaku, “Wah, Rick.. Rick.. Ohh Rick. ”

Pelahan-lahan ketegangan batang penisku menyusut dan menyusut, kemudian terlepas dari liang vagina Lennie, Lennie berbisik, “Ooohh hilang sudah.”

Kuciumi wajahnya dengan lembut dan mesra. Lennie membuka matanya dan tersenyum manis sekali, “Aku telah melakukannya dengan baik bukan? Kau sudah tidak perjaka lagi, demikian juga aku. Sekarang aku sudah menjadi wanita yang sempurna.”

Lennie memandang wajahku. Sinar kepuasan yang teramat sangat terpancar diwajahnya.
“Benar-benar luar biasa Rick. Aku tidak mampu untuk menggambarkan dengan kata-kata lagi. Aku yakin setiap anak gadis sangat mengharapkan saat pertamanya berlangsung seperti itu. Terimakasih Rick, kau memberiku kencan pertama yang begitu indah.”

“Setiap laki-laki juga menginginkan pengalaman pertamanya berlangsung sangat indah. Terimakasih Len, kau telah memberikan yang sangat luar biasa kepadaku.”

Lennie tersenyum semakin manis. Kami berciuman lagi dengan sangat mesra sekali. Kami benar-benar sangat berbahagia bisa memberikan yang terbaik buat pasangan kami. Penisku semakin mengecil, kurasakan sebagian cairan sperma meleleh keluar dan membasahi pahaku.

“Aku perlu membersihkan ini dulu Len. Cairan spermaku mulai meleleh keluar. ”
“Tidak heran,” kata Lennie. “Kamu pasti sudah mengeluarkan sperma satu galon. Aku dapat merasakannya setiap kali keluar. Yang kuherankan, bagaimana kau bisa mengeluarkan begitu banyak?”

Aku tertawa dan berkata, “Aku juga heran, cairan vaginamu selalu keluar setiap saat membuat celana dalammu selalu basah. ”
“Aku kira itu membuat kita menjadi pasangan bercelana dalam panas, bukan?”
“Untuk kamu, lebih cocok celana dalam basah. Aku lebih suka celana dalam basah dari pada celana dalam panas, betulkan?”
Lennie tersenyum manis, “Kamu bisa saja. ”

Aku pergi ke kamar mandi untuk melepas kondom dan membersihkan penisku. Ketika aku kembali kekamar Lennie berkata, “Kenapa kamu tidak tidur disini malam ini? Orang tua kita pergi sehingga kita bebas melakukan apa saja. Kencan kita akan lebih menyenangkan bila kau tidur bersamaku malam ini.”
“Aku tidak mungkin menolak permintaan ini, ” kataku tersenyum.
“Bagus, sekarang matikan semua lampu, ayo tidur bersamaku. ”

Aku segera mematikan lampu kamar. Tapi sebelum menekan skakelar lampu, aku memandang tubuh lennie dulu.

“Kamu benar-benar sangat cantik Len”
Lennie tersenyum, tapi kemudian berkata dengan nada setengah cemburu, “Aku berani bertaruh bahwa kau akan mengatakan seperti itu kepada semua gadis telanjang yang kamu lihat.”
“Yep, aku akan mengatakan begitu kepada semua gadis yang telanjang,” kataku menggoda.
“Mata keranjang. Sekarang matikan lampu dan tidur bersamaku.”

Ketika aku naik ke ranjang, Lennie segera menutupi selimut ketubuh kami berdua dan kemudian merapatkan tubuh telanjangnya ke tubuhku.

“Aku belum pernah tidur dengan seorang pemuda yang telanjang, aku ingin menikmati pengalaman ini,” bisiknya.
“Mata keranjang,” bisikku.

Lennie tertawa dan memelukku lebih erat. Sesaat kemudia kudengar nafas Lennie yang berirama teratur, menandakan bahwa gadis ini telah tertidur lelap. Untuk beberapa saat aku masih terjaga sebelu akhirnya menyusulnya tertidur pulas.

Tengah malam aku merasakan sensasi yang begitu nikmat merayapi tubuhku, seperti mimpi setengah sadar. Aku bermimpi seseorang mengusap-usap batang penisku sehingga membuatnya tegang kembali. Kurasakan tangan-tangan halus yang mengocoknya dengan lembut yang menimbulkan sensasi kenikmatan. Sesaat kemudian kurasakan kehangatan dan kebasahan di ujung penisku, seperti perasaan yang kurasakan ketika Lennie mengulum dan menghisap penisku dengan mulutnya. Sensasi kenikmatan itu begitu luar biasa sampai membuatku terbangaun, aku sepertinya sedang mimpi.

Tapi ketika kubuka mataku, dari kegelapan kulihat bayangan di atas ranjang, rebah dibagian bawah tubuhku, kudengar suara berisik dari gerakan mulutnya yang menghisap-hisap batang penisku dan mengocok naik turun. Sekarang aku benar-benar tersadar sepenuhnya, kulihat kenyataan dimana Lennie rebah diatas tubuhku sedang asyik menghisap dan mengocok-kocok penisku, yang memnimbulkan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Aku mengangkat pahaku sambil berseru,

“Oh, Lennie, nikmat sekali. Kupikir aku sedang mimpi. ”
“Kupikir kau tidak akan bangun. Aku khawatir kamu orgasme tanpa sempat terbangun dan aku tidak mendapat kesempatan menikmatinya. Aku terbangun beberapa menit yang lalu dan berpikir tentang apa yang baru saja kita lakukan. Membayangkan itu aku jadi terangsang dan bergairah kembali, sehingga aku tidak sabar untuk menunggunya sampai pagi.” Lennie memegang sesuatu ditangannya.
“Kemarilah, aku sudah mengambil kondom yang kuambil tadi di pompa bensin. Aku pasangkan dan biarkan aku kerjakan semuanya. Aku hanya menginginkan kamu rebah terlentang dan menikmati apa yang kulakukan. ”

Lennie dengan cekatan memasang kondom di penisku. Sentuhan tangannya yang lembut membuat penisku bangkit semakin menegang dan siap untuk melakukan apapun yang diinginkannya. Dari keremangan sinar lampu kecil di meja, dapat kulihat tubuh Lennie merayap dan menindihku. Satu tangannya memegang batang penisku dan menempatkan tepat di liang vaginanya, kemudian tubuhnya diturunkan sehingga ujung batang penisku menekan kuat tepat di gerbang liang vaginanya. Dengan posisi duduk di atas pangkal pahaku, kedua tangan Lennie bertumpu diatas dadaku.

Sesaat Lennie menarik napas dalam-dalam, kemudian pelahan-lahan menurunkan punggulnya, pelan-pelan sekali, inchi demi inchi batang kemaluanku mulai menyeruak masuk ke liang vagina Lennie yang sempit itu. Diangkatnya lagi sedikit kemudian pelan-pelan ditekan lagi kebawah. Liang itu masih sama seperti tadi, sempit dan kuat sekali jepitannya. Hanya bedanya tidak ada lagi halangan selaput perawannya. Lennie sepertinya juga masih merasakan pedihnya bekas luka di dalam liang vaginanya. Tapi sensasi gesekan batang penisku dengan dinding liang vaginanya begitu luar biasa sehingga tubuh kami gemetar menahan kenikmatan yang tidak terhingga. Pelahan-lahan Lennie meneruskan gerakannya sampai akhirnya seluruh batang penisku tenggelam di liang vaginanya.

“Yeess,” bisik Lennie ketikan ujung penisku terasa menekan kuat dasar liang vaginanya,
“Ini yang kuinginkan, aku benar-benar bisa merasakan batang penismu memenuhi seluruh rongga liang vaginaku lagi. ”

Sesaat kemudian Lennie menggerakkan pinggulnya naik-turun, menekan vaginanya ke batang penisku yang bergiri tegak bagai tongkat kayu.

Nafas Lennie mulai memburu dan aku dapat melihat dengan jelas bagaimana tubuh Lennie terguncang-guncang naik turun. Wajahnya menyeringai menahan nikmat yang teramat sangat dan dari mulutnya keluar suara erangan, rintihan dan desisan-desisan yang berirama sangat merangsang. Dan Wah.. Sepasang bukit indah di dadanya itu terguncang-guncang sangat indah sekali..

Aku tidak mampu lagi hanya pasif menunggu Lennie mencapai orgasmenya. Pemandangan di depan mataku yang begitu menggoda membuatku terpaksa bertindak. Segera kuraih tubuhnya dan puting kecil yang terguncang-guncang itu kutangkap dengan bibirku. Kuhisap-hisap sambil tanganku ikut meremas-remas dan mengusap-usapnya.

“Ooohh, yes, hisap putingku, aahh yes.. teruuss.” kata Lennie sambil tubuhnya menegang.
“Sekarang satunya, yeess.. aahh.. nikmat sekali,” kata Lennie sambil tidak menghentikan gerakan pinggulnya.
“Ooohh, Len, Wah, nikmat sekali. Aku benar-benar senang kau bangunkan aku.”

Gairah Lennie melesat naik begitu cepatnya. Kusarakan getaran kontraksi di liang vaginanya. Wajah Lennie mendongak ke atas sambil menjerit.. Kedua tangannya memegang kedua bukit dadanya dan menggosok-gosoknya dengan cepat.

Bersamaan dengan itu penisku juga ikut kesetrum, kurasakan denyutan-denyutan kuat ketika spermaku menyembur berkali-kali. Kupegang pinggul Lennie kuat-kuat, kemudian kugerakkan pinggulku maju-mundur sehingga pangkal batang penisku bergesekan kuat dengan bibir vagina Lennie.

Pada saat mencapai klimaksnya, tubuh Lennie mengejang kuat sehingga dia tidak mampu lagi mengangkat pinggulnya. Gerakanku memang benar-benar sangat diharapkannya, membuat kontraksi puncak orgasme kami berlangsung lebih lama lagi.

“Yes, yeess!! Aaahh, teruuss.. Aaahh, ” teriakan Lennie melengking memenuhi ruangan. Puncak orgasme Lennie benar-benar meledak sangat dasyat sekali.

Aku juga merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Orgasmeku kali ini sepertinya lebih dasyat dari yang kurasakan sebelumnya. Demikian hebatnya sensasi yang kurasakan sehingga sepertinya nyawaku terbang meninggalkan tubuhku.. Melayang-layang jauh entah kemana. Entah berapa saat aku benar-benar tidak sadarkan diri. Sampai beberapa saat kemudian kurasakan ketegangan vagina Lennie yang menjepit batang penisku terasa mengendor kembali, tapi nafasnya masih memburu keras.

“Ohh.. Aku mendapatkannya lagi.. Lebih nikmat dari yang sebelumnya.. Setiap kali lebih baik” bisik Lennie sambil mengatur nafasnya.

Lennie masih rebah diatas tubuhku, dan penisku masih tertanam didalam liang vaginanya sampai nafasnya kembali normal dan juga getaran otot dan saraf dibubuhnya kembali relax. Penisku pun kemudian terlepas dari liang vaginanya dengan mengeluarkan suara ‘pop’ dan terkulai lemas dipahaku. Lennie kemudian berguling dan rebah terlentang kesamping tubuhku.

Lennie meraih penisku dan memegangnya dengan lembut sambil berkata, “Tidak ada lagi yang akan mengganggu tidur kita, mari kulepas karet ini.”

Pelahan dilepasnya kondom dari penisku dan dijatuhkannya ke lantai disamping tempat tidur sambil berkata, “Aku akan membersihkannya besok pagi. ”

Lennie kembali memegang batang penisku sambil berkata, “Tapi penismu ini jadi lengket lagi kan? Aku harus membersihkannya lagi.” Lennie kemudian membungkukkan badannya dan batang penisku kembali dikulumnya, dijilati sampai bersih dari sisa-sisa cairan lendir yang lengket itu.

Malam ini aku benar-benar telah relax setelah menumpahkan seluruh orgasme-ku, aku kembali tidur dengan cepat dan nyenyak sekali. Lennie benar-benar memenuhi janjinya untuk tidak membangunkan aku lagi malam itu.

E N D

This entry was posted in Indo Naked and tagged , , , . Bookmark the permalink.